Sunday, 18 May 2014

PM Cameron Berupaya Cegah Skotlandia Keluar Dari Kerajaan Inggris

Perdana Menteri Inggris david cameron pada Kamis mengimbau rakyat skotlandia untuk tetap bergabung dengan kerajaan inggris.

Imbauan itu disampaikan Cameron saat melakukan kunjungan dua hari ke Skotlandia dengan misi untuk mencegah peningkatan dukungan bagi pemisahan diri melalui jajak pendapat serta mengatasi kritik kampanye antikemerdekaan.

Sejauh ini, Cameron menjalankan sikap rendah hati di tengah perdebatan memanas tentang kemerdekaan, yang akan ditentukan pada pemungutan suara 18 September.

Ia sadar dirinya memiliki dukungan terbatas di Skotlandia karena partainya, Konservatif, tidak populer di negara itu.

Namun, di saat kalangan nasionalis mencapai keberhasilan merangkul para pendukung pro-kerajaan inggris dalam jajak-jajak pendapat, makin banyak politisi kelas berat yang bergabung dengan pertikaian lintas partai, yang beranggapan bahwa kesatuan Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara justru membuat mereka semakin kuat.

Jajak pendapat yang dilakukan TNS pekan ini menunjukkan bahwa jurang perbedaan antara kedua belah telah menyempit ke sembilan persen dari 22 persen pada September lalu di kalangan warga Skotlandia yang sudah pasti akan memberikan suaranya.

Sebanyak 53 persen pemilih menggambarkan kampanye antikemerdekaan sebagai hal yang negatif.

Ketika mengunjungi Walcheren Barracks di Glasgow, kota terbesar di Skotlandia, Cameron mengatakan ia merasa 'terenyuh' melihat begitu banyak orang mendapatkan suara dalam perdebatan tentang apakah Skotlandia harus mengakhiri hubungannya dengan Inggris yang telah berlangsung selama 307 tahun.

Ia juga menekankan bahwa negara-negara kerajaan inggris lebih baik terus bersama.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment