Monday, 19 May 2014

Pemerintah Tak Diajak Konsultasi Soal Darurat Militer Thailand

pemerintah thailand yang diperangi tidak diajak konsultasi oleh militer sebelumnya mengenai deklarasi darurat militer, tetapi masih berkuasa, kata kepala penasihat keamanan Perdana Menteri Niwattumrong Boonsongpaisan.


"Pemerintah sementara masih ada dengan Niwattumrong sebagai perdana menteri sementara. Semuanya normal kecuali militer bertanggung jawab untuk semua masalah keamanan nasional," kata Paradon Pattanatabut kepada AFP.


Deklarasi tentara Thailand pada Selasa dirancang untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban, bukan kudeta, kata Agence France-Presse (AFP) mengutip pengumuman TV yang dikelola militer.


Sebelumnya, media mengutip pernyataan militer yang dikeluarkan di Bangkok bahwa pihaknya telah mendeklarasikan darurat militer setelah enam bulan protes-protes anti-pemerintah dan krisis politik di negara itu hingga kini masih terus berlanjut.(ant/ris)

Turki Tutup Konsulatnya di Benghazi

Turki sementara menutup konsulatnya di kota Benghazi, Libya, Senin, kata juru bicara, karena ancaman serangan setelah sejumlah orang tewas dalam bentrokan jenderal pemberontak dengan pejuang garis keras.


Bendera, yang biasa berkibar di puncak gedung konsulat di kota kedua Libya itu, diturunkan, kata saksi, namun pejabat Turki menyatakan petugas belum diungsikan.


Konsulat itu ditutup setelah muncul ancaman khas, kata Tanju Bilgic, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, tanpa merinci.


"Konsulat itu ditutup untuk hari ini sebagai langkah keamanan. Apakah kantor tersebut tetap ditutup besok atau tidak akan diputuskan sesudah melihat keadaan keamanan," katanya.


Turki adalah salah satu negara terkini mempertahankan kehadiran diplomatik di Benghazi, tempat duta besar Amerika Serikat tewas akibat serangan pejuang garis keras atas perwakilan diplomatik Amerika Serikat di kota pelabuhan itu pada 2012.


Arab Saudi menutup kedutaan besar dan konsulatnya di ibukota, Tripoli, di Libya barat, dan menarik semua petugas diplomatiknya pada Senin, karena kekhawatiran akan keamanan, kata duta besarnya.


Duta Besar Arab Saudi untuk Libya Mohammed Mahmud al-Ali kepada kantor berita SPA mengatakan kerajaan tersebut juga menutup konsulatnya di negara Afrika Utara itu karena keamanan.


Ia mengatakan semua diplomat di Libya diterbangkan keluar dari negara itu lewat keputusan, yang dibuat "berkoordinasi dengan Libya".


Kantor perwakilan tersebut akan dibuka dan diplomatnya kembali setelah keadaan tenang di ibukota Libya tersebut, tambahnya.


"Kami berhubungan dengan pihak Libya terkait semua perkembangan," katanya.


Libya menghadapi serangkaian serangan terhadap pemimpinnya serta diplomat asing di negara Afrika Utara itu, tiga tahun setelah pemberontak dukungan NATO mengakhiri kepemimpinan empat dasawarsa Moamar Kadhafi.


Keadaan memburuk menjadi kekacauan sejak Jumat ketika seorang jendral melancarkan serangan terhadap kelompok garis keras di kota Benghazi, yang merupakan pusat pemberontakan pada 2011.


Pada Minggu, kelompok bersenjata menyerang parlemen di Tripoli serta pangkalan udara di bagian timur negara tersebut.


Aljazair pada Jumat mengumumkan menutup kedutaan besar dan kantor konsulatnya di Tripoli karena ancaman nyata dan dekat terhadap diplomatnya.


Pemerintah pusat Libya berupaya memulihkan kendalinya atas wilayah luas dan sebagian besar berupa padang pasir itu, yang dikuasai persenjataan berat dan secara nyata dipimpin pejuang bekas pemberontak.(ant/vaa)

Al-Shabaab Somalia Serang Konvoi Militer

Kelompok Al-Shabaab Somalia menyatakan menyerang konvoi militer di seberang perbatasan di wilayah Kenya, Senin, dan membunuh sejumlah prajurit, namun militer Kenya membantah ada korban.


Konvoi itu diserang di daerah Mandera di Kenya timurlaut dekat perbatasan Somalia, kata kepala kepolisian setempat Noah Mwivanda.


"Aparat-aparat kami membalas dan terduga penyerang melarikan diri ke arah Somalia," katanya, dengan menambahkan bahwa "tidak ada yang tewas atau terluka".


Juru bicara Al-Shabaab Abdulaziz Abu Musab mengatakan kepada AFP, orang-orang bersenjata itu membunuh "semua prajurit Kenya" di sebuah truk serta lima polisi, dan kemudian mencuri dua truk pickup dan membawanya ke seberang perbatasan menuju Somalia.


Militer Kenya juga membantah ada korban tewas dan menyebut klaim itu sebagai propaganda.


Serangan itu merupakan yang terakhir dalam gelombang kekerasan di Kenya yang dituduhkan pada Al-Shabaab.


Jumat, serangan dua bom di sebuah pasar Nairobi menewaskan 10 orang dan melukai puluhan.


Kenya, yang menjadi tempat tinggal banyak warga Somalia, dilanda gelombang serangan, terutama di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa, serta Garissa, setelah pasukan negara itu memasuki Somalia pada Oktober 2011 untuk menumpas kelompok gerilya garis keras Al-Shabaab, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas penculikan dan serangan bom di dalam wilayah Kenya.


Pasukan Kenya menyerang pangkalan-pangkalan Al-Shabaab sejak dua tahun lalu dan kemudian bergabung dengan pasukan Uni Afrika yang ditempatkan di Somalia.


Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah Somalia dukungan PBB.


Kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan di pusat perbelanjaan di Nairobi, Kenya, yang dimulai Sabtu siang (21 September 2013), ketika orang-orang bersenjata menyerbu ke dalam kompleks pertokoan itu dengan menembakkan granat dan senjata otomatis serta membuat pengunjung toko yang panik lari berhamburan untuk menyelamatkan diri.


Penyerang menyandera sejumlah orang dan terlibat dalam ketegangan dengan polisi dan pasukan hingga Selasa (24 September), ketika Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengumumkan bahwa bentrokan telah berakhir dan sedikitnya 67 orang tewas.(ant/vaa)

Spanyol Tenggara Alami Kemarau Terparah Dalam 150 Tahun


Beberapa bagian Spanyol Timur saat ini mengalami cuaca kering paling lama dalam lebih dari 150 tahun dan ramalan bagi masa depan ialah cuaca kering akan terus berlangsung sampai beberapa waktu.


Selama delapan bulan belakangan, banyak daerah Valencia, Alicante, Murcia serta Almeria dan Malaga di bagian tenggara negeri tersebut telah mengalami 50 persen tingkat curah hujan normal, sedangkan curah hujan telah anjlok sebanyak 25 persen dari tingkat rata-rata di beberapa daerah.


Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) mengeluarkan komentar di harian 20 Minutos (20 Menit) lebih dari satu-setengah abad lalu wilayah itu "telah menyaksikan kemarau panjang dan parah".


Juru Bicara AEMET Ana Casals memperingatkan meskipun rakyat dapat berbicara tentang "kemarau bersejarah" dalam hal kurangnya curah hujan, masih terlalu dini untuk menganggapnya rekor dalam hal lamanya waktu, demikian laporan Xinhua, Selasa.


Awal 2014 disambut dengan serangkaian topan yang menghancurkan dan mengakibatkan banjir luas serta kerusakan di sepanjang pantai utara dan baratlaut Spanyol. Namun pembagian geografis negeri itu, yang memiliki gugusan gunung di sepanjang wilayah tengah dan utaranya, berarti sedikit atau tak ada hujan yang sampai ke bagian timur dan tenggara Spanyol.


Kemarau adalah petunjuk awal mengenai berbagai masalah yang sudah diperingatkan oleh Pusat bagi Penyelidikan Ilmiah Spanyol pada 2013. Studi tersebut meneli pola curah hujan di Spanyol antara 1945 dan 2005, dan mendapati perubahan iklim; kemarau jadi makin umum di bagian tengah dan tenggara Spanyol selama 15 tahun terakhir ini.


Kemarau itu telah berlangsung lebih lama dan makin kuat; kemarau sedang bertambah lama, meskipun kemarau parah telah mempengaruhi daerah yang relatif stabil.


Bendungan di wilayah tersebut masih berfungsi dengan kapasitas antara 74 dan 90 persen sebagai akibat dari lebih tingginya curah hujan rata-rata turun pada beberapa tahun sebelumnya. Namun, juga hujan dalam jumlah banyak tidak turun dalam waktu dekat (dan sebagian hujan diramalkan pada pekan ini), tanaman akan segera menghadapi resiko.(ant/vaa)

Prajurit India Tewas Dalam Bentrokan

Seorang prajurit india tewas dan dua lain cedera dalam bentrokan di dekat perbatasan de fakto dengan Pakistan di Kashmir India, kata seorang juru bicara pertahanan, Senin.


"Patroli militer diserang ranjau dan tembakan senjata ringan oleh kelompok personel bersenjata tak dikenal," kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan, menunjuk pada bentrokan Minggu malam.


Peristiwa itu berlangsung di Akhnoor, 350 kilometer sebelah selatan kota utama Srinagar, ketika PM terpilih Narendra Modi, seorang tokoh berhaluan keras, sibuk membentuk pemerintah baru di New Delhi.


Modi, yang telah menyatakan bahwa perundingan perdamaian dengan Pakistan tidak bisa berlangsung pada saat kekerasan masih terjadi, mencapai kursi kekuasaan Jumat setelah partainya, Bharatiya Janata, menang dengan mayoritas pertama parlemen dalam waktu 30 tahun.


Militer India menyatakan membalas serangan Minggu malam namun kelompok penyerang melarikan diri kembali ke arah sebuah pos militer Pakitan, kata kementerian pertahanan dalam pernyataan itu.


"Pencarian di daerah itu menemukan ranjau-ranjau buatan Pakistan dan peralatan lain, yang mengisyaratkan keterlibatan Pakistan dan teroris dari seberang Garis Pengawasan," kata pernyataan itu.


Lebih dari 47.000 orang warga sipil, militan dan aparat keamanan tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.


Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.


New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.


Perbatasan de fakto memisahkan zona-zona Kashmir antara yang dikuasai India dan Pakistan.


Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu.


Serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan.


New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang.


India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.


Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.(ant/vaa)

Kelompok 58 PBB Desak DK Mengenai Suriah

Sekelompok 58 negara dipimpin Swiss Senin menyatakan "dukungan kuat" kepada usulan Prancis untuk menyeret Suriah ke depan Mahkamah Pidana Internasional, satu langkah yang diperkirakan akan ditolak oleh Rusia dan Tiongkok.


Dalam surat atas nama kelompok, Duta Besar Swiss untuk PBB, Paul Seger, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi rancangan resolusi "untuk mengirim pesan kuat dukungan politik itu." "PBB - Dewan Keamanan dan keanggotaan yang lebih luas - harus bersatu dalam bertindak demi keadilan dan akuntabilitas bagi para korban konflik di Suriah," tulis Seger.


Amerika Serikat tidak menandatangani surat itu, tetapi mendukung usulan Prancis, kata para diplomat.


Namun, para diplomat mengatakan, Tiongkok dan Rusia, sekutu dekat Suriah, kemungkinan akan memveto langkah itu dalam pemungutan suara yang diperkirakan akan berlangsung Kamis.


Jika Beijing dan Moskow menggunakan hak veto mereka, itu akan menjadi yang keempat kalinya mereka melakukannya terhadap resolusi Barat, sejak awal krisis Suriah tiga tahun lalu.


Negara-negara Barat telah mengecam kekejaman yang dilakukan oleh pemerintah Suriah terhadap warga sipil yang katanya mencakup penyiksaan sistematis, serangan senjata kimia dan penggunaan "bom Barrel" yang dikemas dengan bahan peledak.


Konflik di Suriah sejauh ini telah menewaskan 150.000 orang dan menelantarkan hampir separoh penduduknya.(ant/vaa)

AS Pertimbangkang Penutupan Kedutaannya di Libya

Washington sedang memantau erat meningkatnya kekerasan di Libya, tetapi belum memutuskan apakah akan memerintahkan penutupan kedutaan besarnya di Tripoli, kata seorang pejabat Amerika Serikat Senin.


Orang-orang bersenjata Libya menyerbu parlemen di Tripoli selatan Minggu, dipicu serangan anti-kubu Islam yang diluncurkan oleh seorang jenderal pembangkang di timur Kota Benghazi.


"Kami masih sangat prihatin dengan kekerasan selama akhir pekan di Tripoli dan Benghazi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, dan menyerukan kepada semua pihak untuk "menahan diri dari kekerasan." Sementara Arab Saudi pada Senin menutup kedutaannya di Tripoli dan mengevakuasi para diplomatnya, Psaki mengatakan: "Kami telah membuat tidak ada keputusan untuk memindahkan salah satu dari personil kami dari Libya." Amerika Serikat telah memantau secara erat kejadian-kejadian di Libya sejak mendiang dubes Chris Stevens, dan tiga orang Amerika lainnya tewas dalam serangan militan tahun 2012 pada misi diplomatik AS di Benghazi.


Misi, yang rusak parah akibat kebakaran, ditutup di tengah serangan, dan para staf kedutaan di Tripoli dikurangi ke tingkat darurat.


Duta besar baru Deborah Jones tiba di Libya pada pertengahan 2013, tetapi Senin menulis di Twitter bahwa dia sedang "dalam wisata keluarga. Mengamati #Libya dengan berat hati dan berdoa solusi abadi segera muncul." "Kompromi yang diperlukan (tetapi #NoRoomForTerrorism)," tambahnya dalam pesan di Twitter-nya.


Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengonfirmasi AFP bahwa duta besar telah meninggalkan tempat sebelum kerusuhan akhir pekan, dan bahwa kedutaan isaat ini beroperasi seperti "biasanya" dan tidak pada setiap keberangkatan disahkan atau diperintahkan.


Jones, seorang diplomat veteran dan mantan duta besar untuk Kuwait, berikrar selama pengambilan sumpahnya Juni lalu untuk berdiri dengan Libya ketika bergerak ke arah demokrasi.


"Rakyat Libya bertahan selama 42 tahun diperintah dengan intimidasi. Mereka berani mengalahkan diktator dan kini bertekad untuk mengalami pemerintahan dengan perwakilan," katanya.


Psaki mengatakan baik Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri John Kerry teelah diberitahu tentang situasi, dan menambahkan: "keselamatan dan keamanan warga Amerika dan personil AS di luar negeri adalah prioritas utama kami." "Situasi di lapangan jelas bisa berubah cepat, dan jadi kita akan mengevaluasi serta terus memperbarui postur kedutaan sesuai kebutuhan," tambah Psaki.


Serangan pada misi di Benghazi mengguncang kampanye presiden 2012, dan Republik masih memunculkan pertanyaan menuduh pemerintahan Obama terlibat menutup-nutupi siapa yang berada di balik serangan tersebut.(ant/vaa)