Sunday, 18 May 2014

Hubungan Diplomatik Indonesia-Thailand Harus Tetap Objektif

pemerintah indonesia sebagai negara anggota asean harus tetap menjaga hubungan diplomatik dengan Thailand secara objektif tanpa melihat situasi internal negara Gajah Putih itu, kata pakar Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia, Jawahir Thontowi.

'Indonesia tetap harus menjaga harmonisasi hubungan dengan Thailand, meskipun tentu tidak mudah bagi Indonesia memberikan pengakuan baik terhadap pemerintahan sementara (Thailand) yang sedang berjalan maupun yang digulingkan,' kata Jawahir di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, krisis yang terjadi di Thailand merupakan situasi yang wajar dalam dinamika politik sebuah negara. Ketika indikasi nepotisme dan korupsi dilakukan oleh rezim tertentu, maka muncul kekuatan lain untuk melakukan perlawanan.

'Sebagaimana di Indonesia, korupsi selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memicu gejolak politik,' katanya.

Sementara itu, menurut dia, meskipun tidak perlu terlalu jauh mencampuri urusan internal Thailand, Indonesia seharusnya tetap berkontribusi memberikan dorongan agar segera tercipta perdamaian melalui terwujudnya pemilihan umum yang demokratis dan dipercaya di negara tersebut.

'Sebagai bagian dari bangunan politik ASEAN, seharusnya Indonesia juga dapat memberikan semacam dorongan agar pemerintahan Thailand secara cepat dan demokratis melakukan pemilu dengan lebih 'credible' dan 'legitimate',' kata dia.

Dorongan dianggap penting diberikan karena jika krisis Thailand berkepanjangan hal itu akan mempengaruhi hubungan negara-negara sahabat dengan Thailand secara berlarut-larut.

'Dari sisi kepentingan ekonomi Indonesia memang tidak terlalu gencar menjadikan Thailand sebagai pasar, namundalam konteks hubungan budaya, pendidikan, serta pertanian tentu akan terhambat,' kata Jawahir.

Pada Rabu (7/5), Mahkamah Konstitusi Thailand mengeluarkan putusan pemberhentian Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sehubungan dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Penggulingan Yingluck tersebut memicu kerusuhan baru di Ibu Kota Thailand, Bangkok.(ant/rd)

No comments:

Post a Comment