misi pbb di Afghanistan pada Kamis (15/5) menyambut baik pengumuman hasil akhir pemilihan presiden, dan menegaskan pentingnya kerja sama antara lembaga pemilu dan calon sebelum pemilihan umum lanjutan yang dijadwalkan diadakan pada Juni.
Jan Kubis, WakiL Khusus Sekretaris Jenderal PBB dan Kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), memuji semua calon dalam kampanye ketat tapi positif, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam taklimat harian di Markas PBB, New York.
"Rakyat Afghanistan boleh merasa bangga dengan pemilihan umum yang mereka jalani," kata utusan PBB itu di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat. "Pada hari pemungutan suara, lelaki dan perempuan Afghanistan memperlihatkan keinginan mereka untuk hidup dalam kedamaian, martabat dan kemakmuran. Pilihan demokratis melebihi kekerasan dan pemaksaan." Dengan tak-adanya pemenang langsung yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (IEC) pada babak pertama, Kubis menyeru semua calon agar memperlihatkan "penghormatan pada hasil dan kenegarawanan" sementara protes itu berjalan menuju babak kedua pemungutan suara, kata juru bicara tersebut.
IEC di Afghanistan telah menetapkan 14 Juni sebagai tanggal bagi pemungutan suara babak kedua sebab tak ada calon yang menerima 51 persen suara yang dibutuhkan pada babak pertama yang diselenggarakan pada 5 April.
Pemungutan suara babak kedua akan diikuti oleh Abdullah Abdullah, yang meraih 45 persen dari sebanyak tujuh juta suara, dan Ashraf Ghani Ahmadzai yang mengantungi 31,6 persen suara.
UNAMA menyatakan proses menuju pemilihan umum merupakan peningkatan dibandingkan dengan pemungutan suara sebelumnya. misi pbb tersebut juga mengakui berbagai upaya yang dilancarkan oleh dua lembaga pemilihan umum Afghanistan untuk meningkatkan transparansi dalam pemungutan suara, penghitungan suara dan penanganan keluhan, kata juru bicara itu.(ant/vaa)
No comments:
Post a Comment