Thursday, 31 January 2013

PBB: Sekitar 100.000 Orang Mengungsi Karena Pertempuran di Darfur

Pertempuran memperebutkan tambang emas di wilayah Darfur, Sudan, telah memaksa 100.000 orang mengungsi dan semua kantor publik serta sekolah-sekolah di satu kota ditutup untuk mengakomodasi para pengungsi, kata PBB pada Kamis.

Konflik telah berkobar di daerah gersang yang luas di Darfur hampir satu dekade sejak terutama suku-suku non-Arab mengangkat senjata pemerintah Arab di Khartoum pada tahun 2003, menuduh politik dan ekonomi diabaikan.

Kekerasan telah surut dari puncaknya pada 2003/2004, tetapi telah merebak lagi dalam beberapa bulan terakhir.

Bulan ini pertempuran sengit pecah antara dua suku Arab berkaitan dengan tambang emas di daerah Jebel Amer di Darfur Utara, yang menggusur atau sangat mempengaruhi 100.000 orang, kata PBB. Sebelumnya dilaporkan 70.000 orang yang mengungsi.

"Banyak orang yang tinggal di tempat terbuka dalam kondisi mengerikan," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam satu laporan.

Sekitar 65.000 orang telah melarikan diri ke kota El Sireaf, kata PBB, dan menambahkan bahwa semua kantor dan sekolah telah ditutup di daerah tersebut untuk digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi.

PBB mengatakan telah menyampaikan lebih dari 600 ton makanan, tetapi tidak mampu menilai skala konflik karena pemerintah tidak mengizinkan delegasi PBB untuk melakukan perjalanan ke daerah yang terkena.

Sekitar 30.000 orang mengungsi akibat pertempuran terpisah antara tentara dan kelompok gerilyawan di pusat daerah Jebel Marra, kata PBB dua pekan lalu.

Kejadian-kejadian di Darfur sulit untuk diverifikasi karena Sudan membatasi perjalanan wartawan, para pekerja bantuan dan diplomat.

Pada pekan ini, agen keamanan menolak Reuters meminta izin perjalanan untuk menghadiri konferensi perlucutan senjata yang disponsori pemerintah di Darfur Barat, meskipun ada undangan resmi. Tidak ada alasan mendapatkan izin.

Perpecahan-perpecahan gerilyawan dan serangkaian gencatan senjata yang rusak telah menyulitkan tahun mediasi internasional dan beberapa putaran pembicaraan damai. Bandit juga menyebar.

Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Sudan omar hassan al-bashir dan pejabat Sudan lainnya untuk menghadapi tuduhan mendalangi kejahatan perang di Darfur.

Namun mereka menyangkal tuduhan itu dan menolak untuk mengakui pengadilan.

Kelompok hak asasi manusia dan PBB memperkirakan ratusan ribu orang telah tewas dalam konflik darfur. Pemerintah mengatakan sekitar 10.000 orang telah tewas. (ant/ed)

No comments:

Post a Comment